Posts

Showing posts from May, 2018

Pemerintahan Abdullah Al Makmun pada masa daulah bani Abbasiyah

Abdullah Al Makmun Khalifah Abdullah al Makmun dikenal sebagai seorang khalifah yang arif dan bijaksana. Dan juga dikenal sebagai khalifah yang mengutamakan kemerdekaan berfikir. Beliau melanjutkan usaha usaha para khalifah sebelumnya yaitu lebih mengutamakan dan meningkatkan perhatian pada ilmu pengetahuan. Banyak buku buku ilmu pengetahuan dan juga falsafat didatangkan dari Byzantium yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa arab. Untuk itu Al Makmun banyak menggaji penerjemah penerjemah yang bekerja di baitul hikmah. Penerjemahan yang dimulai sejak jaman Al Mansyur itu telah berjalan kira kira selama kurun waktu satu abad lamanya. Adapun baitul hikmah yabg didirikan oleh Al Makmun bukanlah semata mata sebagai pusat penterjemahan, melainkan juga sebagai perguruan tinggi dan juga difungsikan sebagai perpustakaan. Diantara bidang nidang ilmu yang diutamakan dalam baitul hikmah diantaranya ilmu kedokteran, matematika ( ilmu pasti ), optika, fisika, biologi, ilmu bumi ( geografi ), ilm...

pemerintahan Harun Al Rasyid pada masa daulah Abbasiyah

Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid merupakan seorang khalifah dari Daulah Abbasiyah yang bisa dikatakan berhasil membawa keharuman Bani Abbasiyah. Selama memerintah dari tahun 170 Hijriyah sampai dengan tahun 193 Hijriyah, khalifah Harun Al Rasyid telah mengantarkan Daulah Abbasiyah mencapai zaman keemasan dan puncak kejayaan kebudayaan islam. Keadilan dan kesejahteraan benar benar diperhatikan dan selalu diusahakan secara merata oleh sang khalifah. Ia selali berusaha menciptakan rasa persaudaraan dan membina kesatuan serta persatuan. Pertentangan dan permusuhan antara sesama muslim dilarang. Perkembangan ilmu pengetahuan bertumbuh secara pesat. Politik pemerintahan yang ia jalankan lebih ditekankan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat banyak. Dalam usaha usahanya menciptakan keamanan dan kedamaian di dalam negerinya, Khalifah Harun Al Rasyid menempuh langkah langkah kebijaksanaan dan sejauh mungkin tidak menggunakan kekerasan senjata. Adapun beberapa usahanya dalam mengembalikan...

Pemerintahan Abu Ja'far Al Mansur pada masa daulah Abbasiyah

Abu Ja'far Al Mansur Abu Ja'far Al Mansur adalah bapak dari seluruh khalifah Daulah Abbas dan dialah yang sebenarnya pantas disebut sebagai pendiri serta pembangun daulah abbasiyah sehingga bisa menjadi kokoh, maju, serta berhasil membawa umat Islam ke puncak kejayaannya. Ia memerintah pada tahun 136 Hijriyah sampai tahun 158 Hijriyah ( 754 Masehi sampai 775 Masehi ) kurang lebih pemerintahan Abu Ja'far Al Mansur selama 22 Tahun. Kebijaksanaan-kebijaksanaan pada masa pemerintahan nya pada dasarnya dapat digolongkan kedalam tiga bidang, yaitu bidang pengaturan dan penertiban pemerintah, bidang pembinaan  keamanan dan stabilitas dalam negeri, dan yang terakhir adalah bidang politik luar negeri untuk kemajuan dan perkembangan Daulah Abbasiyah. I. Dalam bidang pengaturan dan penertiban pemerintah, sebagai bentuk usahanya memperkokoh negerinya, Abu Ja'far Al Mansyur menyusun dan menertibkan administrasi pemerintahan yang diatur dengan jelas mengenai tanggung jawab, kerjas...

Pemerintahan Islam pada masa Daulah Abbasiyah

Pemerintahan Islam  pada masa daulah  Abbasiyah. Setelah pemerintahan Bani Umayah tumbang pada tahun 132 H,maka pemerintahan Abbasiyah resmi berdiri. Abdul Abbas sendiri menjadi Khalifah pertama yang memerintah selama 4 tahun yaitu mulai tahun 132 Hijriyah sampai dengan tahun 136 Hijriyah ( 750-754 Masehi) dengan kota Baghdad sebagai pusat kota pemerintahanya. Ia adalah putera dari Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim yang terkenal sebagai seorang yang dermawan, kuat ingatannya dan keras hati serta sangat pendendam terutama kepada Bani Umaiyah. Siapa saja yang menentangnya akan dibunuh, sehingga ia dijuluki dengan As Safah, yang berarti penumpah darah. Sebelum meninggal ia berwasiat bahwa orang yang akan menggantikan kedudukannya sebagai Khalifah ialah adiknya sendiri yaitu Abu Ja'far al Mansyur. I. Kemajuan kemajuan yang diraih pada masa Daulah Abbasiyah. Beberapa kemajuan yang dicapai pada masa Daulah Abbasiyah meliputi bidang ilmu penget...

perkembangan islam pada masa daulah bani abbasiyah

Perkembangan Islam pada Masa Daulah Bani Abbasiyah Sejarah berdirinya Daulah Abbasiyah Daulah Abbasiyah merupakan pemerintahan islam setelah Daulah Umayyah, sejarah mencatat bahwa Daulah Umayyah berdiri melalui kekerasan dan siasat yang kadang kadang sudah melampaui batas dan menyimpang dari ajaran Islam serta rasa kemanusiaan. Pemerintahan yang demikian tersebut kurang disenangi rakyat banyak dan mudah sekali menimbulkan perpecahan diantara rakyat, permusuhan, serta pertentangan.  Faktor faktor tersebutlah akhirnya yang meruntuhkan posisi Daulah Umayyah. Dalam kondisi yang seperti itu, merupakan kesempatan bagi Daulah Abbasiyah untuk menyusun dan melancarkan berbagai propaganda. Mengumpulkan kekuatan dan merebut kekuasaan untuk mendirikan Daulah Abbasiyah. Awal mula melakukan propaganda, Bani Abbas tidak menggunakan dan menonjolkan nama Bani Abbas akan tetapi memakai nama Bani Hasyim, dengan maksud untuk mencegah dan menghindarkan perpecahan antara orang orang  syiah pend...

Ringkasan singkat Berakhirnya periode pemerintahan Daulah Bani Umayyah

Berakhirnya periode Bani Umayyah I. Sebab sebab runtuhnya Bani Umayyah Bani Umayyah berkuasa selama kurang lebih 90 tahun lamanya, tercatat ada 12 kali pergantian khalifah pada masa Bani Umayyah tersebut, diantata ke dua belas khalifah dari Bani Umayyah tersebut antara lain : 1.  Mu'awiyyah ibnu Abu Sufyan 2. Uazid ibnu Muawiyyah 3. Marwan ibnu Hakam 4.  Abdul Malik ibnu Marwan 5. Walid ibnu Abdul Malik 6. Sulaiman ibnu Abdul Malik 7. Umar ibnu Abdul Aziz 8. Yazid ibnu Abdul Malik 9. Hisyam ibnu Abdul Malik 10. Al walid ibnu Yazid ibnu Abdul Malik 11. Yazid ibnu Al walid ibnu Abdul Aziz 12.  Marwan ibnu Muhammad Pemerintahan Bani Umayyah berakhir pada tahun 132 Hijriyah atau 750 Masehi. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan Banu Umayyah adakah sebagai berikut: a. Di ubahnya sistem musyawarah dengan sistem kerajaan, dimana khalifah selanjutnya diteruskan kepada putera mahkota. b. Di khianatinya permusyawaratan Daumatul Jandal dan perjanjian Ma...

Pemerintahan Yazid III pada periode Daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Yazid ibnu Al Walid ibnu Abdul Malik Setelah terbunuhnya Al Walid, maka posisi khalifah di isi oleh Yazid III. Ia adalah seorang khalifah yang dikenal sebagai seorang yang kuat beribadah, tidak seperti Al Walid yang dikenal memiliki sifat kurang terpuji. Karena kebaikan sifatnya inilah maka Yazid III diberi gelas An-Naqish atau yang mengurangi. Gelar ini diberikan karena ia dirasa mampu mengurangi anggaran belanja untuk Mekkah dan Madinah. Pada masa pemerintahan nya yang tam begitu lama, keadaan pemerintahan sudah mulai goyang karena dengan diam diam para pelopor Daulat Abba mulai bekerja keras untuk meyusun kekuatan yang berpusat di Khurasan. Para pelopor ini mulai melakukan propaganda propaganda  ke negara lain. Beberpa tokoh dari para pelopor ini antara lain : Abu Muslim Al Khurasani dan Ibrahim Al Imam Yazid III memerintah hanya selama lima bulan saja sebab beliau meninggal dunia pada tahun itu juga.

Pemerintahan Marwan ibnu Muhammad pada masa daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Marwan ibnu Muhammad Setelah Yazid III wafat, kepemimpinanya di gantikan oleh saudaranya yang bernama Ibrahim ibnu Walid ibnu Abdul Malik. Namun ia tidak mendapat dukungan dari rakyat nya sehingga muncullah berbagai pemberontakan, dan pemberontakan yang paling kuat datang dari Marwan ibnu Muhammad seorang Gubernur di wilayah Armenia. Usaha pemberontakan Marwan membuahkan hasil dengan berhasilnya ia merebut beberapa kota dan akhirnya menguasai Damaskus. Sejak saat itulah Marwan ibnu Muhammad mengangkat dirinya sebagai khalifah yang berkedudukan di Damaskus Sebenarnya Marwan adalah seorang khalifah yang bijaksana lagi perwira. Akan tetapi karena terlalu parahnya pemerintahan Bani Umayyah yang sudah berlarur larut lama dan terdapat berbagai pemberontakan pemberontakan yang menyebabkan kondisi pemerintahan carut marut, maka akhirnya Marwan tidak sanggup menahannya. Selama menjabat sebagai khalifah usahanya dihabiskan untuk menumpas pemberontakan, diantara pemberontakan pembe...

Pemerintahan Umar ibnu Abdul Aziz pada masa periode daulat bani Umayyah

Pemerintahan Umar ibnu Abdul Aziz Umar ibnu Abdul Aziz adalah putera Marwan, ibunya bernama Laila 'Ashim yaitu cucu dari Umar bin Khatab. Istrinya bernama Fatimah binti Abdul Malik. Jadi Umar ibnu Abdul Malik adakah cicit Umar ibnu Khatab. Umar ibnu Abdul Aziz ialah seorang khalifah yang membuka lembaran baru dalam memegang pemerintahan islam. Ia dikenal memiliki sifat sifat yang mulia seperti nenek moyangnya yaitu sopan, santun, adil, sederhana, dan bertaqwa kepada Allah SWT dan sangat mencintai rakyatnya.  Ia merupakan salah satu  khalifah dari bani Umayyah yang mengendalikan  pemerintahan sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya sebagaimana yang tekah dilakukan oleh khalifah terdahulu ( Abu Bakar dan Umar bin Khatab ). Ia dipilih sebagai khalifah oleh Sulaiman saat khalifah Sulaiman sedang kritis. Meskipun Umar bukanlah saudara sekerturunan namun nampaknya pikihan Sulaiman itu sangat tepat karena Umar adalah satu satunya sosok pemimpin yang dikehendaki umat islam...

Pemerintahan Sulaiman ibnu Abdul Malik pada periode daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Sulaiman ibnu Abdul Malik Sulaiman ibnu Abdul malik yang naik tahta pada usia 42 tahun ini dikenal sebagai seorang pemimpin yang tampan, oleh karenanya ia dijuluki sebagai raja remaja karena ketampanan nya. Ia juga dikenal sebagai khalifah yang mempunyai sifat sifat terpuji seperti fasih dan lancar berbahasa, adil dan gemar ke medan perang, namun ia juga dikenal mempunyai sifat pendendam.  Masa pemerintahan Sulaiman hanya selama 3 tahun yaitu antara tahun 96 sampai dengan tahun 99 Hijriyah, adapun usaha usaha yang dilakukan oleh khalifah Sulaiman ibnu Abdul malik adalah meneruskan usaha usaha kakaknya dalam melakukan perluasan wilayah, adapun usaha perluasan wilayah tersebut yaitu: a. Memerintahkan Gubernur Yazid ibnu Muhallab untuk melakukan perluasan wilayah dan berhasil menaklukkan daerah Jurjan dan Tabrisan di tepi laut Kaspi b. Mengutus saudaranya Maslamah ibnu Abdul Malik dengan memimpin pasukan yang besar, adapun jumlah pasukan yang di pimpin oleh Maslamah ku...

pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik pada masa daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik pada masa Bani Umayyah. Pada usia 34 tahun Walid naik tahta sebagai khalifah, beliau dinilai kurang fasih dalam berbahasa Arab sehingga pada suatu hari ia ditegur oleh ayahnya bahwa yang memimpin bangsa Arab hanyalah orang yang baik bahasanya. Teguran tersebut lantas menjadi cambukan bagi Walid ibnu Abdul Malik untuk bekajar secara sungguh sungguh dalam bidang bahasa Arab. Meskipun pada akhirnya ia tetap kurang fasih dalam berbahasa arab, akan tetapi namanya sangat tercatat dalam sejarah daulat Umayyah yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa diplomatik di dalam hubungan dengan negara negara tetangga nya. Kebesaran walid dapat diungkapkan, bahwa Mu'awiyyah adalah pendiri Daulat Umayyah, sedangkan Abdul Malik  yang menstabilkan pemerintahan, dan Walid ibnu Abdul Malik adalah yang menegakkan pemerintahan. Pada masa ini lah daulat Umayyah mengalami masa keemasan dimana pada masa itu segenap rakyat mendukung dan mencintainya. Usaha yang mula mul...

Pemerintahan Abdul Malik ibnu Marwan pada periode daulat Bani Umayyah

Masa pemerintahan Abdul Malik ibnu Marwan pada masa Bani Umayyah Abdul Malik ibnu Marwan adalah putera Marwan ibnu Hakam, beliau menjabat sebagai khalifah menggantikan ayahnya pada usia 39 tahun. Beliau dikenal sebagai pribadi yang perkasa, dan sebagai negarawan yang cakap dan berhasil memulihkan kembali kesatuan dunia Islam.  Suasana pemerintahan yang diwariskan oleh ayahnya Abdul Malik ibnu Hakam masih belum aman dan belum tertib. Oleh karena itu usaha yang diutamakan oleh khalifah Abdul Malik ibnu Hakam adalah mengembalikan kedamaian dan mengamankan negerinya dari ancaman pemberontakan yang sudah terjadi sejak lama. Beberapa pemberontakan pemberontakan yang harus ditangani oleh Abdul Malik antara lain : I. Pemberontakan golongan Syi'ah Pemberontakan yang dilakukan golongan Syi'ah ini terjadi pada tahun 66 Hijriyah ( 686 Masehi ). Dimana pada saat itu kaum pemberontak bergerak dari kuffah menuju 'Ainul wardah ( sebuah daerah yang masih dekat dengan sungai Euphrat ). A...

Pemerintahan Hisyam ibnu Abdul Malik pada periode daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Hisyam ibnu Abdul Malik Hisyam ibnu Abdul Malik adalah salah satu dari ke empat putera Abdul Malik yang diangkat menjadi putera mahkota dan  naik tahta sebagai khalifah pada usia 35 tahun. Karena keempat anak Abdul Malik yang kesemuanya menjadi khalifah sehingga Abdul Malik sering disebut sebagai Abul Muluk atau ayahnya raja raja. Hisyam menjadi khalifah menggantikan saudaranya Yazid II. Berbeda dengan Yazid II, Hisyam terpandang sebagai seorang negarawan yang cakap dan pintar dalam masalah strategi militer dan mempunyai cukup waktu yang lama untuk mengendalikan roda pemerintahan selama kurang lebih 20 tahun. Selama pemerintahan nya, beberapa usaha yang telah dilakukan antara lain: I. Menumpas pemberontakan Beberapa pemberontakan yang terjadi pada masa pemerintahan Hisyam ibnu Abdul Malik antara lain: a. Zaid ibnu Ali ibnu Husain yabg terjadi pada tahun 122 H, Zaid yabg juga sering disebut sebagai Zainal Abidin adalah seorang pemimpin Golongan Alawiyyin. Zaid dan ...

pemerintahan Marwan ibnu Harkam pada masa Bani Umayyah

Pemerintahan Marwan ibnu Harkam pada periode Bani Umayyah Pada masa khalifah Ustman bin Affan, Marwan pernah menduduki jabatan sebagai sekretaris sedangkan pada masa khalifah Mu'awiyyah,  sebagai gubernur Hijaz yang berkedudukan di Madinah. Ia diangkat sebagai khalifah menggantikan Mu'awiyyah II, namun pemerintahan Marwan hanya berlangsung sekitar 1 tahun yaitu pada tahun 64 Hijriyah sampai tahun 65 Hijriyah ( 684-685 Masehi ). Selama pemerintahanya, tidak ada perluasan wilayah Islam. Hal ini dikarenakan singkatnya masa menjabat sebagai Khalifah dan adanya pemberontakan di negeri sendiri sebagai akibat dari kelemahan pemerintaha Yazid. I.  Usaha Marwan ibnu Hakam    tak banyak usaha yang dilakukan Marwan ibnu Hakam semasa ia menjabat sebagai khalifah. Mula mula yang dilakukan ialah menumpas Abdullah ibnu Zubair. Usahanya ini dimulai dengan mengirim pasukan ke Mesir untuk merebut kembali negara Mesir dari kekuasaan wali Mesir yang sudah diangkat oleh Abdullah ibn...

pemerintahan Yazid ibnu Mu'awiyyah pada masa pemerintahan Bani Umayyah

Pemerintahan Yazid ibnu Muawiiyah pada periode pemerintahan Bani Umayyah      Yazid ibnu Mu'awiyyah menjabat sebagai khalifah di usianya yang ke 34 tahun menggantikan ayahnya Mu'awiyyah ibnu Abu Sufyan. Beliau dibesarkan dikalangan istana yang serba mewah, semenjak kecil ia dilayani oleh dayang dayang istana. Ia juga dikenal mempunyai kesenangan berpesiar ke tempat tempat rekreasi. Karena tumbuh dalam lingkungan istana, ia tidak memiliki pengalaman seperti ayahnya Mu'awiyyah yang sejak dari masa mudanya sudah berjuang meniti jenjang kepemimpinannya melalui tahapan tahapan yang berliku dan keras sehingga bisa menduduki jabatan tertinggi sebagai Khalifah. Oleh sebab itu Yazid yang diangkat sebagai Khalifah menggantikan ayahnya, tidak begitu banyak melakukan perluasan wilayah, bahkan timbul pemberontakan pemberontakan di negeri sendiri. I. Perluasan wilayah    Pada masa pemerintahan Yazid ibnu Mu'awiyyah perluasan terjadi ke wilayah Afrika Utara meneruskan ...

Pemerintahan Al Walid ibnu Yazid ibnu Abdul Malik pada masa daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Al-Walid ibnu Yazid ibnu Abdul Malik Pada waktu walid ibnu Yazid tengah  berada di kota Peristirahatan beernama Arzak, sebuah daerah yang terletak di sebelah utara Damaskus, khalifah Hisyam wafat. Para pembesar keluarga Umayyah pun sepakat memilih Walid ibnu Yazid untuk menjadi Khalifah pengganti.  Pada waktu itu ia berusia 39 tahun. Walid ibnu Yazid dikenal dengan nama Walid II, semasa pemerintahanya, keadaan pemerintah Bani Umayyah justru mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, terutama oleh sifat dari Walid II yang dinilai kurang terpuji. Ia meninggal karena terbunuh sebab oleh masyarakat dan keluarganya ia dianggap kafir karena keburukan sifatnya. Masa pemerintahan Al Walid ibnu Yazid Abdul Malik hanya bertahan selama satu tahun yaitu pada tahun 125 - 126 Hijriyah ( tahun 743 - 744 Masehi ).

Masa pemerintahan Mu'awiyyah ibnu Abu Sufyan

Masa pemerintahan Mu'awiyyah ibnu Abu Sufyan I. Pribadi Mu'awiyyah ibnu Abu Sofyan        Mu'awiyyah lahir pada tahun ke 15 sebelum  Hijriyah. Beliau masuk Islam pada hari penaklukan kota Makkah bersama-sama dengan masyarakat makkah yang lainya. Saat beliau berusia 23 tahun, Rasulullah berusaha mempererat hubungan antara orang-orang yang baru masuk islam terutama dari kalangan pemimpin pemimpin keluarga ternama. Hal ini bertujuan / dimaksudkan agar mereka lebih mencurahkan perhatiannya terhadap ajaran agama Islam serta ajaran Islam bisa lebih meresap didalam hati mereka. Mu'awiyyah sendiri diangkat sebagai anggota sidang pleno penulis wahyu oleh Rasulullah, dan juga beliau dikenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan Hadits baik Hadits yang langsung dari Rasulullah maupun Hadits dari para sahabat sahabat yang lain.      pribadi Mu'awiyah dikenal sebagai orang yang menarik, cerdas akalnya, cerdik pandai dan juga bijaksana. Ia...