perkembangan islam pada masa daulah bani abbasiyah
Perkembangan Islam pada Masa Daulah Bani Abbasiyah
Sejarah berdirinya Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah merupakan pemerintahan islam setelah Daulah Umayyah, sejarah mencatat bahwa Daulah Umayyah berdiri melalui kekerasan dan siasat yang kadang kadang sudah melampaui batas dan menyimpang dari ajaran Islam serta rasa kemanusiaan. Pemerintahan yang demikian tersebut kurang disenangi rakyat banyak dan mudah sekali menimbulkan perpecahan diantara rakyat, permusuhan, serta pertentangan. Faktor faktor tersebutlah akhirnya yang meruntuhkan posisi Daulah Umayyah. Dalam kondisi yang seperti itu, merupakan kesempatan bagi Daulah Abbasiyah untuk menyusun dan melancarkan berbagai propaganda. Mengumpulkan kekuatan dan merebut kekuasaan untuk mendirikan Daulah Abbasiyah.
Awal mula melakukan propaganda, Bani Abbas tidak menggunakan dan menonjolkan nama Bani Abbas akan tetapi memakai nama Bani Hasyim, dengan maksud untuk mencegah dan menghindarkan perpecahan antara orang orang syiah pendukung Ali dan yang mendukung Bani Abbas, karena kedua golongan tersebut masih termasuk dalam keluarga Bani Hasyim. Dengan siasat seperti itu maka Bani Abbasiyah mendapatkan simpati yang besar dari berbagai kalangan. Mula mula propaganda tersebut dilakukan di dua kota yaitu di Kuffah dan Khurasan, terletak di dserah Persia yang penduduknya telah lama tidak senang terhadap pemerintahan Bani Umayyah.
Untuk melancarkan rencana propaganda tersebut maka mereka mengangkat duabelas orang propagandis terkenal yang disebar ke wilayah wilayah Khurasan, Kuffah, Irak bahkan sampai pada wilayah Makkah.keduabekas propagandis tersebut ditugaskan untuk menyebar luaskan tentang kelemahan kelemahan dan kejelekan kejelekan Bani Umayyah. Satu diantara semua propagandik yang palinh menarik perhatian masyarakat adalah Abu Muslim Al Khurasani. Dengan tekad kuat dan kerja keras ia dapat meyakinkan rakyat Marwah sehingga masyarakat berada di pihak Abbasiyah. Setelah mendapat kepercayaan dari Masyarakat, Abu Muslim lantas mengadakan baiat atau sumpah setia rakyat Marwah tersebut. Kemudian ia melanjutkan usaha usaha propaganda nya ke daerah Khurasan dan sekitarnya. Di setiap wilayah dibentuk sebuah perwakilan perwakilan sehingga semakin banyak orang orang yand berdatangan menyatakan dirinya setia mendukung berdirinya Bani Abbasiyah.
Daulah Bani Abbasiyah tercatat dalam sejarah terbagi kedalam empat periode, diantaranya:
1. Tahun 132 - 232 Hijriyah ( 750-847 Masehi ) yaitu pada masa pemerintahan Abbasiyah I sampai dengan berdirinya zaman Khalifah mutwakkil.
2. Tahun 232 - 334 Hijriyah ( 847-946 Masehu ) yaitu pada masa Abbasiyah II ( sejak zaman Khalifah mutwakkil ) sampai berdirinya Daulah Buwaihiyah di Baghdad.
3. Tahun 334 - 464 Hijriyah ( 946-1075 Masehi ) yaitu pada masa Bani Abbasiyah III
4. Tahun 464 - 656 ( 1075-1261 Masehi ) yaitu pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah ke IV
Daerah kekuasaan Bani Abbasiyah pada mulanya sama dengan luas wilayah yang dikuasai oleh Daulah Umayyah yang telah ditaklukkannya. Namun lama kelamaan daerah kekuasaan nya menjadi semakin berkurang karena timbulnya pembangkangan kepada pemerintah pusat du beberapa wilayah dan kemudian memilih mendirikan pemerintahan sendiri. Diantara daerah daerah yang memilih memerdekakan diri dan mendirikan pemerintahan Islam sendiri antara lain:
1. Daulah Umaiyah di wilayah Andalusia yang berousat di Cordova, mendirikan pemerintahan sendiri pada tahun 822 Masehi sampai tahun 1031 Masehi
2. Daulah Fathimiyah di wilayah Afrika yang mendirikan pemerintahan pada tahun 910 Masehi sampai dengan tahun 1094 Masehi
3. Daulah Ikhsyidiyah di wilayah Mesir yang mendirikan pemerintahan sendiri pada tahun 935 Masehi sampai dengan 966 Masehi
Dengan berdirinya pemerintahan pemerintahan tersebut akhirnya wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah hanya tinggal di negeri Irak dan Iran saja.
Comments
Post a Comment