pemerintahan Harun Al Rasyid pada masa daulah Abbasiyah
Harun Al Rasyid
Harun Al Rasyid merupakan seorang khalifah dari Daulah Abbasiyah yang bisa dikatakan berhasil membawa keharuman Bani Abbasiyah. Selama memerintah dari tahun 170 Hijriyah sampai dengan tahun 193 Hijriyah, khalifah Harun Al Rasyid telah mengantarkan Daulah Abbasiyah mencapai zaman keemasan dan puncak kejayaan kebudayaan islam. Keadilan dan kesejahteraan benar benar diperhatikan dan selalu diusahakan secara merata oleh sang khalifah. Ia selali berusaha menciptakan rasa persaudaraan dan membina kesatuan serta persatuan. Pertentangan dan permusuhan antara sesama muslim dilarang. Perkembangan ilmu pengetahuan bertumbuh secara pesat. Politik pemerintahan yang ia jalankan lebih ditekankan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat banyak.
Dalam usaha usahanya menciptakan keamanan dan kedamaian di dalam negerinya, Khalifah Harun Al Rasyid menempuh langkah langkah kebijaksanaan dan sejauh mungkin tidak menggunakan kekerasan senjata. Adapun beberapa usahanya dalam mengembalikan dan memulihkan keamanan dalam negeri adalah sebagai berikut ini:
a. Melanjutkan penumpasan terhadap kaum Awaliyin
b. Mengadakan pembersihan terhadap keluarga Bamarki
c. Mendirikan Bani Aghlab di Afrika
Tercatat selama 23 tahun Harun Al Rasyid menjadi khalifah dan memerintah pemerintahan islam. Pada masa pemerintahannya hidup seorang ulama besar bernama Qadhi Abu Yusuf, yaitu salah satu orang yang membangun Mahzab Hanafi. Di zaman pemerintahannya, juga terdapat kaum Barmaki, yaitu Wazir wazir yang masyhur pandai mengatur pemerintahan disamping itu terdapat juga pahlawan pahlawan gagah perkasa, para cendekiawan, ahli ahli ilmu pengetahuan. Kesemuanya hidup makmur dan mendapat belanja yang cukup dari khalifah. Perekonomian sangat subur dan makmur sehingga kota Bagdad ramai dikunjungi orang dari berbagai penjuru wilayah untuk menimba ilmu pengetahuan maupun untuk keperluan berniaga.
I. Kemajuan kemajuan pada masa khalifah Harun Al Rasyid
Beberapa kemajuan yang dialami pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid antara lain:
a. Kemajuan ilmu pengetahuan
Pada masa Harun Al Rasyid, ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat sehingga mencapai puncak kejayaannya. Sarjana sarjana islam termasyhur banyak yang lahir di zaman ini, mereka telah berhasil menggali, mengembangkan dan memperkenalkan berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti, ilmu kimia, ilmu biologi, astronomi, Ilmu Bumi, dan lain sebagainya.
Untuk menunjang kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan juga kesenian, dibangunlah gedung gedung sekolah dan perguruan tinggi, Khutub Khanah ( perpustakaan ) diperbanyak, dibangun juga gedung gedung peneropong bintanh, sarana pendidikan dilengkapi,dan lembaga penterjemah buku buku ilmiah asing kedalam bahasa arab.
b. Kemajuan pada bidang seni
Dalam bidang seni, pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid juga mengalami kemajuan yang besar, banyak lahir seniman seniman besar pada masa ini, seperti seniman di bidang sastra, seni lukis, seni pahat, seni bangunan, dan lain sebagainya, istana istana yang megah, bangunan bangunan dan masjid masjid yang berdiri kokoh dan megah, adalah sebagian bukti betapa tingginya mutu seni yang telah dicapai pada masa itu, dalam seni sastra terkenal hikayat 1001 malam, gubahan Mubasyir ibnu Fathiq.
c. Kemajuan tekhnologi
Kemajuan tekhnologi pada masa Harun Al Rasyidbisa dikatakan sangat gemilang, dimana pada masa itu terciptanya jam yang pertama di dunia, Harun Al Rasyid pernah memberikan hadian jam air pada raja Karel de Gro Te di eropa, pada waktu itu belum mengenal dan belum ada jam. Sehingga hadiah dari Harun Al Rasyid pada saat itu dianggap sebagai sihir.
Yang kedua, adalah terciptanya sistem irigasi yang baik, sehingga lembah Eufrat, Syiria, Palestina tetap subur menghijau meskipun di musim panas, hal ini tentunya berkat pengaturan pengairan ( sistem irigasi ) yang memakai tekhnologi tinggi pada masanya dengan membangun saluran saluran air dibawah tanah, selain itu juga terciptanya sumber matabair zubaidah, yaitu terusan air yang dialirkan ke Makkah untuk kepentingan Haji.
Comments
Post a Comment