Pemerintahan Abu Ja'far Al Mansur pada masa daulah Abbasiyah

Abu Ja'far Al Mansur
Abu Ja'far Al Mansur adalah bapak dari seluruh khalifah Daulah Abbas dan dialah yang sebenarnya pantas disebut sebagai pendiri serta pembangun daulah abbasiyah sehingga bisa menjadi kokoh, maju, serta berhasil membawa umat Islam ke puncak kejayaannya. Ia memerintah pada tahun 136 Hijriyah sampai tahun 158 Hijriyah ( 754 Masehi sampai 775 Masehi ) kurang lebih pemerintahan Abu Ja'far Al Mansur selama 22 Tahun.
Kebijaksanaan-kebijaksanaan pada masa pemerintahan nya pada dasarnya dapat digolongkan kedalam tiga bidang, yaitu bidang pengaturan dan penertiban pemerintah, bidang pembinaan  keamanan dan stabilitas dalam negeri, dan yang terakhir adalah bidang politik luar negeri untuk kemajuan dan perkembangan Daulah Abbasiyah.
I. Dalam bidang pengaturan dan penertiban pemerintah, sebagai bentuk usahanya memperkokoh negerinya, Abu Ja'far Al Mansyur menyusun dan menertibkan administrasi pemerintahan yang diatur dengan jelas mengenai tanggung jawab, kerjasama antara aparat pemerintah, sehingga roda pemerintahan yang berjalan bisa berjalan lancar dan maju
II. Dalam bidang pembinaan keamanan dan stabilitas dalam negeri, hal hal yang melatar belakangi Abu Ja'far mengadakan pembinaan keamanan dan stabilitas pemerintahan adalah pada masa khalifah Abdul Abbas, pemerintahan Islam masih dalam keadaan belum stabil dan masih terdapat adanya segelintir orang orang yang dianggap musuh, diantaranya:
a. kelompok Abdullah bin Ali
Abdullah bin Ali merupakan paman dari Abu Ja'far Al Mansyur yang juga berambisi ingin menjadi seorang khalifah. Ia banyak menguasai tentara dan disamping sebagai komandan yang gagah berani yang menguasai tentara di Khurasan, Maushul dan tentara di Syam.
Abdullah bin Ali pernah mengadakan pemberontakan pada masa pemerintahan Al Mansyur dengan alasan, pada waktu A Safah memerintah ia dijanjikan akan diangkat menjadi khalifah untuk menggantikannya. Dan pada waktu Al Mansyur dinobatkanenjadi seorang khalifah ia tidak minta ijin terlebih dahulu kepada Abdullah bin Ali, padahal ia adalah paman Abu Ja'far Al Mansyur.
Kemudian Abdullah bin Ali dinobatkan menjadi khalifah oleh para pengikutnya, ia pergi ke Harras dengan membawa pasukannya untuk memerangi Al Mansyur sehingga Al Mansyur memanggil Abu Muslim Al Khurasani untuk menumpas Abdullah bin Ali ( pamannya sendiri ) yang melakukan pemberontakan tersebut. Maka terjadilah pertempuran antara sesama bani Abbas. Dalam pertempuran tersebut tentara Abdullah mengalami kekalahan dan Abdullah sendiri ditangkap kemudian dibawa menghadap kepada Khalifah Al Mansyur, Abdullah bin Ali kemudian dipenjara selama 11 tahun sampai ia meninggal dunia pada tahun 174 Hijriyah.
b. Abu Muslim Al Khurasani
Setelah Abu muslim Al Khurasani berhasil menumpas Abdullah bin Ali, pengaruhnya dalam masyarakat semakin hari semakin kuat. Dan hak tersebutlah yang kemudian menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran bagi Khalifah Al Mansyur, ia khawatir kalau kelak Abu Muslim melakukan pemberontakan dan merebur kekuasaan dari tangannya. Oleh sebab itu, demi menjaga kelangsungan kekuasaannya, maka Al Mansyur bertekad untuk memusnahkan Abu Muslim. Kemudian ia melakukan tipu muslihat dengan mengundang Abu Muslim ke istana, awalnya Abu Muslim tidak memenuhi undangan Al Mansyur karena ia sudah tau ada yang tidak baik dibalik undangan tersebut, namun berkat tipu daya aAl Mansyur, akhirnya Abu Muslim bersedia datang ke istana, sesampainya di istana, Abu Muslim ditangkap oleh para pengawal Al Mansyur dan dibunuh  di hapadapan mata Al Mansyur.
c. Kaum Alawiyah, kaum Alawiyah merupakan keturunan Ali bin Abi Thalib yang dulu sempat bekerjasama dengan Bani Abbas untuk meruntuhkan pemerintah Bani Umayyah, namun setelah Bani Abbas berhasil menduduki pemerintahan, kaum Alawiyah merasa dianak tirikan. Karena itulah kemudian muncul rasa benci, antipati dan menentang. Para kaum Awaliyah akhirnya merasa bahwa nama Bani Hasyim yang digunakan dalam propaganda dulu hanyalah dijadikan alat untuk memperoleh dukungan bagi kekuasaan nya saja. Diantara mereka itu ialah Abdullah Al Alawiyah yang dinobatkan menjadi khalifah pada tahun 145 Hijriyah, ia dibantu adiknya yang bernama Ibrahim dalam mengadakan prooaganda di Bashrah. Tetapi keduanya dapat ditumpas dan akhirnya dibunuh.
Dalam usahanya melakukan penumpasan terhadap musuh musuhnya dari Bani Umayyah itu terdapat satu orang yang tidak berhasil ditangkap, ia adalah Abdurrahman bin Muawiyyah bin Hisyam bin Abdul Malik. Oa berhasil meloloskan diri dan kemudian melarikan diri ke wilayah andalusia ( spanyol ). Disanalah ia berhasil mendirikan kerajaan Bani Umayyah sebagai penerus daulat Bani Umayyah yang telah dihancurkan oleh bani Abbas.
III. Dalam bidang politik luar negeri, untuk menghancurkan
 a. Mengadakan perjanjian,  Abdurrahman yang telah berhasil melarikan diri ke wilayah Andalusia dan mendirikan kerajaan disana. Maka Al Mansyur mengadakan perjanjian kerjasama dengan Pippin, seorang raja Frank.
b. Serangan ke Byzantium, pada saat Al Mansyur menumpahkan seluruh perhatiannya untuk menumpas Kaum Awaliyah, pada tahun 138 Hijriyah, kaisar Romawi menyerang negeri Syam. Serangan tersebut berakhir dengan perjanjian  untuk tidak saling menyerang selama tuju tahun. Setelah Al Mansyur selesai menumpas pemberontakan kaum Al Alawiyah, kemudian ia mengatur seranga ke Byzantium, karena gencarnya serangan pasukan islam yang dikerahkan Al Mansyur itu akhirnya sang Kaisar bersedia menbayar upeti ke Bagdad
c. Penaklukkan di Afrika, di Magribil Aqsha, Afrika , terjadi pertentangan antara penguasa arab Bani Umayyah dengan orang orang bar-bar, pertentangan tersebut berlangsung sejak tahun 144 Hijriyah, dan ini merupakan kesempatan baik bagi Al Mansyur untuk menaklukkan mereka, akhirnya pada tahun 155, Al Mansyur berhasil menaklukkan kedua golongan tersebut.  

Comments

Popular posts from this blog

Pemerintahan Al Walid ibnu Yazid ibnu Abdul Malik pada masa daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Yazid III pada periode Daulat Bani Umayyah

pekembangan Islam periode Khalifah Abu Bakar Assidiq