Pemerintahan Hisyam ibnu Abdul Malik pada periode daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Hisyam ibnu Abdul Malik
Hisyam ibnu Abdul Malik adalah salah satu dari ke empat putera Abdul Malik yang diangkat menjadi putera mahkota dan  naik tahta sebagai khalifah pada usia 35 tahun. Karena keempat anak Abdul Malik yang kesemuanya menjadi khalifah sehingga Abdul Malik sering disebut sebagai Abul Muluk atau ayahnya raja raja.
Hisyam menjadi khalifah menggantikan saudaranya Yazid II. Berbeda dengan Yazid II, Hisyam terpandang sebagai seorang negarawan yang cakap dan pintar dalam masalah strategi militer dan mempunyai cukup waktu yang lama untuk mengendalikan roda pemerintahan selama kurang lebih 20 tahun. Selama pemerintahan nya, beberapa usaha yang telah dilakukan antara lain:
I. Menumpas pemberontakan
Beberapa pemberontakan yang terjadi pada masa pemerintahan Hisyam ibnu Abdul Malik antara lain:
a. Zaid ibnu Ali ibnu Husain yabg terjadi pada tahun 122 H, Zaid yabg juga sering disebut sebagai Zainal Abidin adalah seorang pemimpin Golongan Alawiyyin. Zaid dan para pengikutnya melakukan pemberontakan untuk menuntuk supaya ia ditetapkan sebagai khalifah di wilayah Kuffah. Tuntutan tersebut ditolak oleh Hisyam dan pemberontakan yang dilakukan Zaid pun akhirnya bisa di tumpas dengan pasukan yang dipimpin oleh Yusuf ibnu Muhammad yang merupakan seorang Amir di wilayah Kufah.
b. Yahya ibnu Yazid
Yahya Ibnu Yazid ini sempat melarikan diri ke wilayah Khurasab dan mengadakan pemberontakan di wilayah tersebut. Namjn pemberontakan yang ia lakukan dapat ditumpas oleh pasukan Hisyam dan akhirnya Yahya dapat dibunuh.
II. Perluasan wilayah
Selama 20 tahun memerintah, Hisyam tercatat pernah melakukan perluasan wilayah ke beberapa tempat, di antara nya:
a. Tiflis
Mengerahkan pasukan ke Tiflis yang dipimpin oleh Jarrah. Pertempuran hebat pun terjadi di dekat wilayah Ardabil. Sebab raja Tiflis yang bernama Khazar yang mempertahankan wilayahnya dengan gagah berani. Jarrah kalah dan akhirnya meninggal di pertempuran tersebut. Untuk menggantikan pasukan Jarrah, maka Hisyam mengirimkan kembali pasukan yang dipimpin oleh Said Al Harasyi. Pasukan ini bergabung dengan sisa pasukan Jarrah untuk bertempur melawan pasukan Khazat. Dalam pertempuran kedua tersebut akhirnya Tiflis berhasil direbut oleh pasukan islam dan Khazat mati terbunuh dalam pertempuran tersebut
b. Andalusia
Pada tahun 76 M khalifah Hisyam menunjuk panglima besar yang bernama Al Ghafiqi untuk mengadakan penyerbuan ke wilayah Eropa. Tetapi pasukan tersebut hanya mampu mencapai kota Tours ( perbatasan antara Spanyol dan Perancis ). Hal ini dikarenakan pasukan Islam mampu dipukul mundur oleh pasukan Karel Martel. Sejak kekalahan dua kali tersebut khalifah Hisyam benar benar mempersiapkan pasukan yang lebih tangguh dan kuat selama enam tahun. Setelah dengan perhitunga. Yang matang, maka pasukan islam ini berangkat lagi melawan pasukan Karel Martel hingga akhirnya kemenangan diraih oleh tentara Islam.

Comments

Popular posts from this blog

Pemerintahan Al Walid ibnu Yazid ibnu Abdul Malik pada masa daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Yazid III pada periode Daulat Bani Umayyah

pekembangan Islam periode Khalifah Abu Bakar Assidiq