perkembangan Islam periode Khalifah Ali bin Abi Thalib

Perkembangan islam pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib.
        Periode Khalifah Ali bin Abi Thakib diwarnai dengan kondisi masyarakat yang berambisi mengumpulkan harta kekayaan yang berlimpah ruah. Orang berlomba lomba untuk memperoleh jabatan dan kekuasaan sehingga keikhlasan beramal untuk kejayaan islam semakin menipis. Tidak seperti pada periode khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab.
Dalam masa kekacauan akibat pembunuhan khakifah Ustman bin Affan terdapat golongan orang yang ingin memanfaatkan kepetingan pribadi. Sejak Ali bin Abi Thalib dibai'at menjadi Khalifah, selalu dihadapkan kepada situasi tegang, permusuhan dan saling memfitnah.
I. Permasalahan permasalahan yang muncul pada periode khalifah Ali bin Abi Thalib.
1. Muncul tiga golongan yang masing masing golongan mempunyai pengaruh dan pengikut dalam masyarakat, adapun ketiga golongan tersebut antara lain:
a. Golongan Ali bin Abi Thalib, yaitu golongan pendukung setia Ali untuk menjadi Khalifah.
b. Golongan Muawiyah, yaitu golongan yang tidak menyetujui Ali menjadi Khalifah. Golongan ini menginginkan Muawiyah yang menjadi Khalifah menggantikan Ustman, alasan mereka ialah bahwa sebelum memilih khalifah pengganti hendaknya kematian Ustman diusut dan diselesaikan. Mereka juga menuduh bahwa Ali terlibat dalam pembunuhan Khalifah Ustman.
c. Golongan Aisyah, yaitu golongan yang tidak setuju pada penuntutan kasus kematian Khalifah Ustman sekaligus golongan yang tidak menyetujui Ali menjadi Khalifah. 
2. Terjadi perpecahan diantara umat Islam yang tidak dapat dibendung, sehingga menyebabkan terjadi perang saudara.
a. Perang Jamal ( Berunta )
Dinamakan perang Jamal karena dalam peperangan ini Aisyah mengendarai Jamal ( Unta ). Perang jamal terjadi akibat pertentangan pendapat antara kelompok Ali bin Abi Thalib dengan kelompok Aisyah ( Istri Rasulullah ) mengenai masalah penyelesaian atas teebunuhnya khalifah Ustman bin Affan. Dalam perang ini Ali bin Abi Thalib memperoleh kemenangan. Aisyah kembali ke madinah dan tidak lagi mau mencampuri urusan politik.
b. Perang Shifin
Terjadinya perang Shifin disebabkan karena adanya golongan antara kelompok Ali dengan Muawiyah yang juga bertentangan pendapat mengenai penyelesaian kasus pembunuhan Khalifah Ustman Bin Affan. Kelompok muawiyah menolak membaiat Ali sebagai Khakifah sebelum pelaku pembunuh Ustman ditangkap dan dibunuh. Sedangkan Ali menyatakan bahwa jika tuntutan Muawiyah tersebut dilaksanakan maka akan menyebabkan masalah yang  lebih besar lagi. Akibat perbedaan pendapat tersebut maka pecahlah perang saudara yang menyebabkan banyak kaum muslim dari kedua golongan gugur. Perang Shifin berakhir dengan genjatan senjata pada tanggal 15 Rajab tahun 37 Hijriyah.
II. Kebijakan kebijakan Ali bin Abi Thalib.
Setelah terpilih secara resmi sebagai Khalifah, langkah langkah kebijakan beliau antata lain:
- mengganti wali wali negara ( kepala daerah ) yang dulu diangkat Khalifah Ustman bin Affan dan diganti dengan wali wali pikihan Khalifah Ali sendiri.
- mengambil kembali tanah tanah yang dulu dibagi bagikan Ustman kepada sanak familinya.
- menarik kembali hibah yang diberikan kepada siapapun.
-  berusaha untuk mengembalikan persatuan umat islam, meskipubmn usaha Ali belum berhasil.
IV. Kemajuan yang dicapai pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib.
Pada periode khalifah Aki bin Abi Thalib, perkembangan ilmu pengetahuan mengalami peningkatan terutama perkembangan ilmu dibidang ilmu bahasa Arab.  Khalifah Ali memerintahkan Abu Aswad Adduali untuk menyusun Ilmu Nahwu ( ilmu tata bahasa Arab ) agar orang orang semakin mudah dalam memahami dan mempelajari bahasa Arab. Lebih lebih dalam memahami Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam.

Comments

Popular posts from this blog

Pemerintahan Al Walid ibnu Yazid ibnu Abdul Malik pada masa daulat Bani Umayyah

Pemerintahan Yazid III pada periode Daulat Bani Umayyah

pekembangan Islam periode Khalifah Abu Bakar Assidiq